Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lainnya. Anak-anak dapat tertular TB dari orang dewasa yang menderita TB aktif.
Cara Pemberian Obat TB
Agar pengobatan berhasil, perhatikan hal-hal berikut:
- Berikan obat sesuai dosis yang dianjurkan.
- Minum obat setiap hari secara teratur.
- Jangan menghentikan pengobatan sebelum dinyatakan sembuh oleh dokter.
- Obat harus diminum sampai tuntas sesuai jadwal pengobatan.
- Bila lupa minum obat, segera konsultasikan kepada petugas kesehatan.
Pencegahan TB Anak
Cara mencegah tuberkulosis pada anak antara lain:
- Vaksinasi BCG.
- Memberikan ASI eksklusif.
- Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
- Menghindari kontak dengan penderita TB aktif.
- Memberikan makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Kapan Curiga Anak Menderita TB?
Segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami:
- Batuk lebih dari 2 minggu.
- Berat badan tidak naik atau justru menurun.
- Demam lama atau berulang tanpa sebab yang jelas.
- Nafsu makan menurun.
- Anak tampak lemas atau kurang aktif.
- Berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas.
Segera konsultasikan ke dokter apabila anak mengalami gejala-gejala tersebut.
Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan
Dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, antara lain:
1. Uji Tuberkulin
Untuk mengetahui apakah anak pernah terpapar bakteri TB.
2. Foto Rontgen Dada
Untuk melihat adanya gambaran infeksi pada paru-paru.
Pemeriksaan lain dapat dilakukan sesuai kondisi anak berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
Pengobatan TB Anak
Pengobatan dilakukan menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT).
Pengobatan harus:
- Diminum setiap hari.
- Sesuai dosis yang ditentukan dokter.
- Tidak boleh dihentikan meskipun gejala sudah membaik.
- Dilakukan hingga pengobatan selesai agar mencegah kekambuhan dan resistensi obat.